Langsung ke konten utama

4 HARI HILANG DI JALUR LONGSOR, SELURUH SUMATERA TERKEJUT, WALIKOTA SIBOLGA DITEMUKAN

Empat hari tanpa kabar di tengah bencana besar, itulah yang dialami Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri, sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat setelah menempuh perjalanan kaki di rute yang terputus oleh longsor. Kejadian ini bukan hanya mengejutkan publik, tapi juga menggambarkan betapa parahnya kerusakan infrastruktur akibat banjir dan longsor yang melanda wilayah Sumatera.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengungkapkan bahwa sang wali kota terperangkap di jalur antara Sibolga dan Tarutung. Seluruh akses darat terputus total, memaksanya berjalan kaki melewati kawasan rawan longsor selama empat hari penuh. “Beliau bilang, ‘saya jalan kaki Pak 4 hari’,” ujar Suharyanto saat memberi keterangan.

Yang menarik perhatian banyak orang, Suharyanto menambahkan kesan yang cukup unik ketika bertemu langsung. Menurutnya, sang wali kota terlihat lelah, namun wajahnya tampak tetap segar. Komentar ini kemudian menjadi bahan diskusi publik tentang ketahanan fisik dan mental para pejabat dalam menghadapi bencana.

Peristiwa ini memunculkan pertanyaan penting: jika seorang kepala daerah bisa terputus akses dan terisolasi selama berhari-hari, bagaimana kondisi warga di titik-titik lain yang lebih terpencil? Bencana kali ini menunjukkan bahwa kerusakan jalur darat bukan sekadar hambatan logistik, tetapi ancaman keselamatan bagi siapa saja tanpa pandang jabatan.

Kisah hilangnya seorang pimpinan daerah selama empat hari menjadi gambaran nyata krisis yang sedang dihadapi Sumatera. Dan bagi banyak warga, kejadian ini menguatkan harapan agar perbaikan infrastruktur bencana menjadi prioritas nasional.

Komentar