Langsung ke konten utama

KADES HOHO HADAPI LSM PENDEMO


KADES HOHO HADAPI LSM PENDEMO 

Dunia persilatan birokrasi di Banjarnegara mendadak memanas, lebih panas dari kuah bakso yang baru diangkat dari dandang! Kali ini, panggung utamanya adalah Balai Desa Purwasaba, Kecamatan Mandiraja. Sang tokoh utama, siapa lagi kalau bukan Hoho Alkaf Kades nyentrik yang badan dan lengan bajunya penuh karya seni tato, namun hatinya tetap melayani rakyat (dan algoritma media sosial).

Acara yang awalnya bertajuk "demo tertib" dari teman-teman LSM, mendadak berubah jadi genre action bak kungfu shaolin yang bikin geleng-geleng kepala.

Kronologi: 
Begitu aksi unjuk rasa yang menuntut pembatalan seleksi perangkat desa mulai kehilangan kesabaran, situasi berubah jadi chaos. Saat Pak Kades Hoho berniat pamit undur diri dari balai desa, eh, malah disambut dengan "pelukan hangat" yang terlalu bersemangat dari puluhan orang.

Hasilnya? Kacamata Pak Kades yang biasanya bertengger elegan harus pecah berkeping-keping, dan seragam kebesarannya robek-robek seolah habis duel melawan macan lapar.

Keterangan Pak Kades (Gaya Ngapak Banjarnegara):
"Lha jan, siki kepriwe?! Nyong agi arep metu seka kantor bae ujug-ujug dikrubut wong akeh. Kacamata nyong pecah remuk, klambi sing nggo kerja ya bedhah kabeh dipreteli! Kiye dudu demo maning, tapi wis mbebayani nyawa!" (Baru saja melangkah keluar kantor, tiba-tiba diriku dikepung massa bagai laron. Kacamata kebanggaan hancur lebur, baju kerja pun compang-camping dipreteli tanpa permisi. Ini bukan lagi sekadar demo, tapi sudah drama percobaan eliminasi nyawa!") 

Akar masalahnya ternyata sepele tapi bikin pusing: ada anggota LSM yang kabarnya ngersulo (kecewa) karena tidak lolos seleksi perangkat desa. Ibarat ikut audisi idola tapi gagal di babak eliminasi, massa pun menuntut seleksi diulang total.

Namun, Pak Hoho yang sudah makan asam garam dunia konten dan pemerintahan ini tetap teguh pendirian. Baginya, aturan adalah aturan, bukan adonan mendon yang bisa digonta-ganti sesuai pesanan.

Dialog Tegas Pak Kades:
"Kandhani ya, penjarinan kuwe wis manut aturan, wis ana mekanismene. Ora teyeng angger angger dibatalna merga dipaksa-paksa nggo demo. Nyong ora wedi! Masa urusan aturan kalah nggo gontok-gontokan?!"
(Demokrasi itu pakai akal sehat dan aturan, bukan pakai otot dan keroyokan. Pak Hoho sedang mengajarkan kita bahwa menjadi pemimpin itu harus punya mental baja setangguh tinta tato yang tak luntur kena air hujan!) 

Tak hanya massa yang kena semprot, Pak Kades juga merasa para petugas keamanan di lokasi lagi asyik "ngalamun" saat dirinya dikeroyok. Merasa kurang dilindungi bagaikan kekasih yang dicuekin, Hoho Alkaf pun berencana melayangkan laporan ke Propam Mabes Polri.

Sentilan Pak Kades:
"Lah, polisi sing ana nang kene ya kaya mung nonton bae, ora ndang nulungi nyong pas agi dijotosi. Nyong arep wadul maring pusat bae lah, ben cetha kabeh!"(Nyong Digebuki Kok Malah Ditonton Bae?!'  Bakal Wadul Maring Pusat!") 

Kini, video curhatan sang Kades viral di mana-mana. Netizen pun terbelah: ada yang fokus ke kacamatanya, ada yang fokus ke tatonya, tapi yang jelas semua fokus pada keberanian Pak Kades menghadapi massa "unyu-unyu" yang lagi tantrum.

#banjarnegara #purwasaba #hohoalkaf #kadesviral #infobanjarnegara #ngapak #mandiraja #beritaterkini #kocakepik

Komentar